Jumat, 30 April 2021

 

LKPD tanpa RPP??? Mana ada???

 

Halo Doys…

 

Bagaimana nih kabarnya? Baik-baik aja kan?


Disini SparklingDoy akan membahas seputar LKPD. Kemarin sempat disinggung sedikit mengenai ap aitu LKPD dan fungsinya apa. LKPD atau LKS sama ya, lembar kerja peserta didik, atau lembar kegiatan siswa


Tapi kali ini SparklingDoy akan menginformasikan bagaimana cara Menyusun LKPD, beserta komponen-komponennya.


Jadi LKPD sebenarnya saat ini ada LKPD untuk pembelajaran daring (dalam jaringan), dan LKPD untuk pembelajaran luring (luar jaringan).


Untuk LKPD daring, dapat dibantu dengan video praktikum, laboratorium virtual, dan sebagainya. Sedangkan untuk LKPD luring, biasanya dilakukan di dalam laboratorium sekolah/universitas dalam bentuk modul.


Lalu di dalam LKPD itu harus ada apa aja?


Pertama, tentunya ada judul. LKPD jika tidak dilengkapi judul, maka siswa tidak akan mengetahui ini lembar kegiatan apa?


Kedua, identitas LKPD. Identitas disini variative. Bisa kelas atau untuk semester berapa, alokasi waktu, tema, pembelajaran, dan lain-lain)


Ketiga, ada identitas siswa. Disini identitas siswa ada nama, nomor absen, atau bisa dikreasikan sesuai keinginan Doys ya


Keempat, ada tujuan LKPD. Nah tujuan di LKPD juga penting nih, agar siswa dapat mengetahui mereka mengerjakan LKPD ini tuh untuk apa dan nantinya mau dapat apa/meraih apa?


Kelima, ada kajian Pustaka. Ini bisa optional sih sebenernya Doys.. jadi bisa dicantumkan jika perlu


Keenam, ada alat dan bahan. Tentunya ini juga penting sekali ya. Kalau tidak ada alat dan bahan, lalu siswa mau melakukan pengamatan/percobaan pakai apa?


Ketujuh, ada Langkah kegiatan. Langkah kegiatan ini, SparklingDoy sarankan jangan terlalu detail ya memberikan prosedurnya. Biarkan siswa Doys mengeksplor sendiri, yang penting tetap berpatokan pada tujuan pada percobaannya. Jadi prosedurnya diberikan singkat-singkat saja jangan terlalu mendetail, okidoki Doys?


Kedelapan, ada tabel pengamatan (penyajian data). Beberapa penyajian data dapat berupa narasi, tabel, dan sebagainya. Jadi menyesuaikan percobaannya ya Doys..


Kesembilan, ada pengujian (pertanyaan). Nah disini agar kemampuan, pengetahuan siswa dapat terasah gitu. Jika telah melakukan percobaan, sebaiknya diberikan pertanyaan yang terkait dengan percobaan tersebut. Begitu ya Doys…


Kesepuluh, ada kesimpulan. Nah kesimpulan ini menjadi penutup dalam LKPD. Siswa dituntun dapat menyimpulkan dari proses pengamatan yang telah dilakukan.


Kira-kira begitu Doys, komponen dari LKPD.


Dan jangan lupa bagi Doys yang menjadi guru, siapkan rubrik penilaian dan kunci jawabannya ya… sssst, kunci jawaban untuk Doys sendiri yaa, bukan untuk siswa.


Oh iya, ada yang lebih penting lagi, bahwa LKPD itu harus disusun sesuai dengan RPP ya, jadi kalau RPP menerapkan model Problem Based Learning, maka LKPDnya juga menyesuaikan sintaks Problem Based Learning.


Jadi jangan tiba-tiba ada LKPD/LKS nya, tapi RPP Doys nggak punya????? Waduh gimana tuh pembelajarannya? Ngawur ga? Ngawur ga? Ngawur lah masa engga, xixixi..

 


Okidoki Doys segitu dulu ya blog hari ini, tetap semangat dan stay healthy^^


See u di blog berikutnya yaaaaaaa

 


-xoxo,SparklingDoy-

Sabtu, 24 April 2021

 Pentingnya Perangkat Pembelajaran Bagi Guru






Halo Doys…



Kembali lagi nih sama SparklingDoy. Ehe.. Bagaimana nih kabarnya?



Masih seputar guru ya Doys…



Jadi, sudah pada tau belum kalau menjadi guru itu memang harus benar-benar siap dengan pembelajaran. Baik segi pelaksanaan sampai ke evaluasi. Nah, jika Doys menjadi guru, sebelumnya Doys harus sudah menyiapkan perangkat-perangkatnya. Seperti apa aja sie yang dibutuhkan saat pembelajaran nanti. Istilahnya itu perangkat pembelajaran Doys. 



Pasti udah tau dong perangkat pembelajaran itu apa?



Yups, yang namanya perangkat pasti banyak ya Doys. Terdiri dari beberapa komponen pembelajaran.



Hayo, kira-kira isinya apa aja ya?



Perangkat pembelajaran itu terdiri dari silabus, RPP, LKPD, Handout, dan Tes Formatif (Penilaian).



Kelima komponen itu harus ada sebelum Doys akan melangsungkan proses pembelajaran lho…



Jika Doys tidak punya komponen-komponen itu, bagaimana Doys bisa menjalankan pembelajaran dengan sebagaimana mestinya? Tentu Doys akan kesusahan 'kan karena tidak ada pegangan untuk mengajar.



Jadi, RPP itu kan rencana pelaksanaan pembelajaean. Jika Doys tidak ada RPP, bagaimana pembelajaran Doys kira-kira? Terarah nggak?



Oleh karena itu, RPP itu sangat penting bagi Doys nih yang kepingin jadi guru. Sedangkan RPP itu dibentuk dari silabus. Silabus sendiri menyesuaikan kurikulum ya…



Kemudian, LKPD nih. Wah namanya keren ya…

LKPD ini atau LKS itu sama ya Doys. Lembar Kegiatan Peserta Didik atau Lembar Kegiatan Siswa.



Jadi ini wajib ada untuk mengukur kemampuan siswa. Mulai dari aspek kognitif, afektif, ataupun psikomotorik.



Kemudian ada Handout. Nah Handout sebagai bahan pegangan siswa ya. Jadi penting juga nih agar bacaan siswa terarah.



Lalu ada Tes Formatif. Tes ini sebenarnya opsional, tapi sangat dianjurkan untuk ada. Buat apa sie sebenarnya?



Jadi Tes Formatif ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana sie pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran hari itu. Ibaratnya seperti ulangan harian gitu..



Okidoki Doys, sekarang udah pada paham belum tentang perangkat pembelajaran?



Yeah, kurang lebih seperti itu..



Seeyou di blog selanjutnya ya Doys..



-xoxo, SparklingDoy-


Rabu, 21 April 2021

 

Percaya Nggak Sie Kalau MGMP Mampu Meningkatkan Kompetensi Guru?

 

Halo Doys…

Balik lagi nih dengan SparklingDoy.. gimana kabar kalian?

Syukur deh kalau baik-baik aja. Buat yang sedang nggak baik-baik aja, bisa yu baca artikel pendek ini.

Jadi kali ini SparklingDoy akan membahas tentang bagian dari TQM. Sebelumnya nie, udah pada kenal belum dengan TQM?

 

TQM adalah total quality management. Nah biasanya ini tuh yang ada di perusahaan-perusahaan gitu. Tapi nggak menutup kemungkinan, konsep ini ada di pendidikan. Nah salah satu bagian dari TQM yang akan dibahas disini adalah konsep continuous improvement.

 

Hayo, apalagi itu?

 

Kalau diartikan satu-satu, improvement artinya perbaikan, kalau continuous artinya terus-menerus. Jadi kalau digabung, perbaikan terus-menerus.

 

Kira-kira SparklingDoy mau mengaitkan apa sih?

 

Jadi, yang diperbaiki secara terus menurus adalah pendidikan. Dengan cara apa? Ya, jika kualitas, kompetensi, dan guru meningkat, tidak menutup kemungkinan kualitas dan mutu pendidikan ikut meningkat juga dong. Iya nggak?

 

Dari konsep continuous improvement, dapat diimplementasikan dengan melalui program MGMP untuk meningkatkan kompetensi guru.


Kira-kira bagaimana ya peran MGMP itu. Tapi sebelum itu, udah pada tau belum MGMP itu apa? Ya pasti udah familiar banget dong ditelinga kita, nmaun, terkadang hanya sekedar tau saja tanpa mengetauhi apa itu sebenarnya.

 

Jadi MGMP itu singkatan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

 

Lalu kaitannya dengan ini semua apa?

Okidoki, akan SparklingDoy bahas satu-satu.

 

Jadi MGMP ini merupakan implementasi dari continuous improvement dimana kegiatan MGMP dilakukan perbaikan terus menerus guna mencapai tujuan peningkatan mutu Pendidikan.

 

Nah sedangkan di MGMP sendiri memiliki tujuan dalam pelaksanaannya. Seperti meningkatkan kompetensi pendagogik guru, sebenarnya tidak kompetensi pendagogik aja sie, ada kompetensi professional, kepribadian, dan sosial. Selain itu juga, dengan MGMP ini guru merasa terbantu agar tetap up to date dengan informasi Pendidikan. Ada yang nggak kalah penting nih Doys biar pembelajaran kelas kalian nggak itu-itu aja alias “boring”, yaitu MGMP ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajarannya dengan cara menarik, inovatif, kreatif, dan aktif.

 


Kira-kira seperti itu Doys, gimana? Percaya nggak?

 


See you di blog selanjutnya ya…

 





-xoxo, SparklingDoy-

 

 

Kamis, 15 April 2021

PKB punya mekanisme nggak sih?

Halo Doys…


Ketemu lagi nih dengan SparklingDoy.. gimana nih kabarnya? Semoga baik-baik saja ya…

Nah kali ini akan dilanjutkan kembali pembahasan lebih lanjut tentang PKB. Hayo masih ingat apa sudah lupa nih tentang PKB?

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau yang biasa disingkat PKB ini tentunya memiliki proses dan tahapannya. Hmmm, bahasanya apa ya Doys? Mekanisme bukan?


Yup, benar.


Jadi PKB memiliki mekanisme yang sesuai dengan siklusnya. Nah, siklus PKB sendiri itu ada 4, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan refleksi. Dari 4 siklus tersebut PKB mempunyai mekanisme yang terbagi dalam 9 tahapan. Tahapan-tahapan tersebut apa aja ya Doys? Simak ya!



1.      Tahapan Pertama, semua guru tiap awal tahun, wajib mengevaluasi diri atas kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran sebelumnya.


2.      Tahapan kedua, hasil dari evaluasi diri tersebut, guru melengkapi dengan bukti pendukung atau dokumentasi berupa perangkat pembelajaran. Nah, hasil ini akan menentukan kinerja guru untuk mengikuti kegiatan meningkatkan kinerja atau pengembangan potensi


3.      Tahapan ketiga, guru melakukan konsultasi dengan kepala sekolah sekaligus coordinator PKB untuk merancang kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.


4.      Tahapan keempat, coordinator bersama kepala sekolah dalam PKB tingkat sekolah, menetapkan dan menyetujui rencana final kegiatan PKB bagi guru.


5.      Tahapan kelima, guru memperoleh rencana program PKB yang dilakukan di dalam atau di luar sekolah.


6.      Tahapan keenam, guru melakukan program kegiatan PKB yang telah direncanakan. Nah pihak sekolah memberikan jaminan bahwa adanya guru melakukan PKB ini tidak menurukan kualitas pembelajaran.


7.      Tahapan ketujuh, dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh coordinator PKB. Nah kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui program PKB ini telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau belum.


8.      Tahapan kedelapan, setelah melakukan PKB, dilakukannya penilaian kinerja guru di akhir semester. Hal ini dilakukan untuk melihat peningkatan kompetesi pada guru setelah mengikuti program PKB.


9.      Tahapan kesembilan, pada akhir semester, baik guru maupun coordinator PKB melakukan refleksi. Refleksi ini dilakukan utnuk mengetahui apakah program PKB benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru atau tidak.





Nah, seperti itu kira-kira mekanisme dalam PKB. Bagaimana? Tetap semangat mengejar cita-cita sebagai guru ya Doys, hihi.




-xoxo, SparklingDoy-


 

Kamis, 08 April 2021

 

Kenali Perangkat Pembelajaran, Yuk!


Halo Doys!

 

Masih seputar belajar lagi nih, pembelajaran lagi nih, daaannn education lagi nih….

Tidak masalah ‘kan? Justru seru… ya nggak sie…

 

Pendidikan memang nggak jauh dari guru ya, tentunya guru juga nggak bisa jauh dari siswa. Benar?

 

Nah dalam pembelajaran, nggak mungkin guru tidak menyiapkan pembelajaran tersebut. Pastinya hal tersebut disiapkan sematang mungkin oleh guru. Hayo tebak, apa itu?

 

Yups, perangkat pembelajaran.

 

Ya… yang namanya perangkat berarti lebih dari satu dong.

 

Perangkat pembelajaran adalah suatu komponen yang sudah harus disusun atau disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Jadi jelas dong perangkat pembelajaran itu penting banget. Coba bayangkan jika tidak ada perangkat pembelajaran? Wah yang pasti belajar Doys tidak akan terarah, dan guru tidak mempunyai pedoman.

 

Lalu, itu kan lebih dari satu ya komponennya? Apa aja sie kira-kira?

 

Yang pertama ada silabus. Silabus ini fungsinya sebagai pedoman dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut. Contohnya penyusunan RPP, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

 

Yang kedua ada RPP. Nah RPP ini fungsinya sebagai pedoman guru untuk mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. RPP ini disusun berdasarkan silabus ya.

 

Yang ketiga ada Handout. Nah Handout ini sebagai pegangan siswa. Jadi biar terarah gitu mau belajar apa nantinya.

Yang keempat ada LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik. Nah dengan LKPD ini guru mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Iya dong, namanya aja lembar kerja peserta didik/siswa.. kalau bukan siswa yang ngerjakan, siapa lagi?

 

Dan yang kelima ada Tes Formatif. Nah, dengan adanya Tes formatif ini guru dapat mengetahui sejauh mana proses pembelajaran yang sudah berjalan sebagaimana yang telah direncanakan.

 

Nah, setelah Doys tau apa aja perangkat pembelajaran itu, kira-kira Doys masih bertahan dengan cita-cita menjadi guru kan?

 

Yok bisa yok, see you di blog selanjutnya^^

 

-xoxo,SparklingDoy-

Rabu, 07 April 2021

 

PKB? Bukan Partai ya…

 

Halo Doys!

 

Wah udah seminggu nih kita nggak ketemu… gimana kabar kalian, Doys?

 

Kalo SparklingDoy sih kangen banget sama Doys, haha

 

Okidoki, kali ini akan membahas tentang guru lagi nih Doys… hmm.. kira-kira apa ya?

 

Yups, PKB!

 

Wah, seperti nama partai gk sie. . .

 

Eits, PKB bukan nama partai ya, tapi PKB adalah Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Apa tuh maksudnya?

 

Jadi, seperti Doys tau, bahwa permasalahan yang terjadi saat ini adalah banyak guru yang memiliki kinerja yang tidak optimal. Padahal guru diharapkan memiliki komitmen tinggi terhadap keprofesionalnya dan mampu memberikan teladan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. Benar apa benar nih, Doys?

 

Nah oleh karena itu, dengan adanya PKB ini, guru mampu mengembangkan potensinya yang nantinya dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi pendidik.

 

Masih abu-abu ya tentang PKB?

 

PKB atau Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah sustu tempat dalam mewadahi guru untuk mengembangkan potensinya nantinya memberikan pengalaman secara berkesinambungan sebagai jalan utama dalam mewujudkan perubahan yang berkenaan dengan siswa. Perlu Doys ketahui juga, dalam PKB terdapat 3 komponen kegiatan guna mengembangkan potensi guru, diantaranya pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan melalui karya-karya inovatif.

 

Nah sudah terbayang sedikit kan Doys tentang PKB itu yang seperti apa dan buat apa, dan mengapa ada PKB?

 

Semoga dari informasi ini, Doys semakin mantap ya menjadi guru. Aamiin…

 

See you di blog selanjutnya, Doys…

 

-xoxo, SparklingDoy-