Minggu, 09 Mei 2021

 

Apa sih Soal HOTS itu? Soal yang panas kah?

 

Halo Doys…

 

Balik lagi nih dengan SparklingDoy.. bagaimana kabarnya?

 

Alhamdulillah kalau Doys baik-baik aja..

 

Kali ini SparklingDoy mau bahas tentang soal HOTS nih..

 

By the way, Doys disini udah tau belum HOTS itu apa?

 

Yups, HOTS itu singkatan dari high order thinking skills. Kemampuan berpikir tingkat tinggi saat inilah yang sekarang menjadi tuntutan bagi siswa/generasi muda.

 

Nggak heran ya di abad 21 ini yang ditekankan pada Pendidikan itu kemampuan berpikir kritis, tingkat tinggi, pemecah masalah. Bahkan model pembelajaran yang menjadi rekomendasi dunia Pendidikan ya pembelajaran dengan student center. Dimana pembelajarannya berpusat pada siswa, lebih bagus lagi kalau siswa yang mengkontruksi pengetahuan yang akan/telah diperolehnya.

 

Nah buat Doys yang mau jadi guru nih.. harus bisa gitu loh membuat soal-soal HOTS (membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi). Ya rata-rata bukan siswanya yang tidak bisa mengerjakan soal HOTS, tapi guru sendiri lah yang kesusahan dalam membuat soal HOTS. Betul apa betul?

 

Oleh karena itu, perlu diketahui dulu, HOTS (High order thinking skills) itu kemampuan yang bagaimana sih secara rincinya?

 

Jadi HOTS adalah suatu kemampuan yang dapat menghubungkan, memanipulasi, dan mengubah pengetahuan serta pengalaman yang sudah dimiliki secara kritis dan kreatif dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan kondisi yang baru.

 

Soal-soal HOTS apabila digunakan untuk asesmen (penilaian), maka dapat mengukur beragam kemampuan nih Doys..

 

Apa aja ya?

 

Yang pertama, kemampuan transfer satu konsep ke konsep lainnya

 

Yang kedua, kemampuan memproses dan menerapkan informasi

 

Yang ketiga, kemampuan mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda

 

Yang keempat, kemampuan menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah

 

Dan yang kelima, kemampuan menelaah ide dan informasi secara kritis

 

Menakjubkan bukan Doys?

 

Seperti yang telah Doys tau, indicator kemampuan berdasarkan taksonomi bloom itu ada 6, yakni:

 

C1 = Knowledge

C2 = Comprehesion

C3 = Application

C4 = Analysis

C5 = Synthesis

C6 = Evaluation

 

Sedangkan, untuk soal HOTS dituntut menggunakan C4, C5, dan C6, sebagai indicator untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,

 

C4, yakni kemampuan memisahkan konsep ke dalam beberapa komponen serta menghubungkan satu sama lain untuk memperoleh pemahaman konsep secara utuh

 

C5, yakni kemampuan untuk menetapkan derajat dari sesuatu berdasarkan norma, kriteria, dan patokan tertentu.

 

C6, yakni kemampuan memadukan unsur-unsur menjadi sesuatu bentuk baru yang utuh dan luas, serta orisinil

 

Nah, seperti itu Doys seputar soal HOTS.. semoga bermanfaat..

 

See you di blog selanjutnya yaa..

 

 

 

 

 

 

 

-xoxo, SparklingDoy-

 

Senin, 03 Mei 2021

 

Jangan Pernah Doys Lakukan!

 

Halo Doys…

 

Cie balik lagi nih

 

Hayo tebak kira-kira SparklingDoy mau bahas apa nie?

 

Ya, kali ini yang akan dibahas adalah contoh kasus-kasus pelanggaran profesi guru nie Doys…

 

Sebelumnya nih Doys, SparklingDoy mau ngasih tau… buat Doys yang akan menjadi guru, tolong banget inimah.. tolong atuh, dijaga emosinya, dijaga perkataannya, dijaga perilakunya. Jangan sampai mudah terpancing emosi oleh siswa. Anggap aja itu angin lalu kalau semisal mendapat balasan tidak enak dari siswa. Karena guru dituntun untuk tidak melakukan kekerasan secara fisik, perkataan pun sama.

 

Jadi lebih baik sikapi dengan cara yang classy, dan elegan ya Doys. Dibuat asik aja kalau misal Doys punya siswa yang memancing emosi.

 

Nah, kali ini SparklingDoy akan membahas terkait beberapa kasus pelanggaran yang dilakukan oleh guru nih… banyak sekali berita-berita yang termuat di platform online yang menunjukkan perilaku tidak mengenakkan dari guru. Contohnya, guru menendang siswa, guru menganiaya siswa, guru melakukan pelecehan seksual kepada siswa, dan masih banyak lagi.

 

Kalau Doys kepo dan ingin membaca berita tersebut secara lengkap, Doys bisa mengetikkan kalimat ini “Pelanggaran Profesi Guru” pada search engine ya Doys. Ingat, pakai keyword itu, okidoki?

 

Nah lanjut…

 

Maraknya kasus pelanggaran tersebut, terkadang tidak membuat guru jera untuk berhenti melakukan pelanggaran tersebut. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya berita-berita online yang menulis tentang pelanggaran profesi guru. Seharusnya para guru diluaran sana juga malu ya semisal namanya termuat di dalam platform berita, terlebih lagi citra buruk sekolah dan nama guru tersebut juga hancur. Lebih parahnya lagi, apalagi sampai di pidana.

 

Ckckck, keterlaluan nggak sie, Doys??

 

Semoga Doys disini yang akan menjadi guru dijauhkan dari perilaku tersebut ya Doys, aamiin…

 

Salah satu kasus yang sering SparklingDoy temui di platform berita itu tentang pelecahan seksual. Wah parah banget nggak sie ini?

 

Terkadang pelaku (Guru) tidak di hukum berat nie, padahal itu sudah menyangkut mental anak didik loh, tapi terkadang alternative/solusi pemecahannya malah terbilang sepele. Ada yang dibiarkan/dianggap angin lalu, ada yang dengan berdamai saja.

 

Padahal hanya dengan berdamai, solusi tersebut tidak membuat guru jera loh…

 

Apabila hanya damai, apa tidak lebih baik guru tersebut jika muslim, disuruh menulis surah al-baqarah saja? Dan disiarkan di TV Nasional. Nah, itu baru solusi yang membuat guru jera. Positif banget nggak sie?

 

Kira-kira seperti itu Doys contoh dari pelanggaran profesi guru. Sebenarnya masih ada banyak, tapi SparklingDoy hanya bisa menjabarkan itu saja.

 

Doys bisa mengetahui lagi menggunakan keyword:

1.      Guru menendang siswa

2.      Guru memukul siswa

3.      Guru mencukur paksa siswa

4.      Guru melakukan pelecahan seksual terhadap siswa

5.      Guru menganiaya siswa

 



Dan masih banyak lagi ya.. Doys bisa mengeksplor lebih banyak lagi.

 


Okidoki?

 


See you di blog selanjutnya Doys…

 

 

 

 








 

-xoxo, SparklingDoy-

Jumat, 30 April 2021

 

LKPD tanpa RPP??? Mana ada???

 

Halo Doys…

 

Bagaimana nih kabarnya? Baik-baik aja kan?


Disini SparklingDoy akan membahas seputar LKPD. Kemarin sempat disinggung sedikit mengenai ap aitu LKPD dan fungsinya apa. LKPD atau LKS sama ya, lembar kerja peserta didik, atau lembar kegiatan siswa


Tapi kali ini SparklingDoy akan menginformasikan bagaimana cara Menyusun LKPD, beserta komponen-komponennya.


Jadi LKPD sebenarnya saat ini ada LKPD untuk pembelajaran daring (dalam jaringan), dan LKPD untuk pembelajaran luring (luar jaringan).


Untuk LKPD daring, dapat dibantu dengan video praktikum, laboratorium virtual, dan sebagainya. Sedangkan untuk LKPD luring, biasanya dilakukan di dalam laboratorium sekolah/universitas dalam bentuk modul.


Lalu di dalam LKPD itu harus ada apa aja?


Pertama, tentunya ada judul. LKPD jika tidak dilengkapi judul, maka siswa tidak akan mengetahui ini lembar kegiatan apa?


Kedua, identitas LKPD. Identitas disini variative. Bisa kelas atau untuk semester berapa, alokasi waktu, tema, pembelajaran, dan lain-lain)


Ketiga, ada identitas siswa. Disini identitas siswa ada nama, nomor absen, atau bisa dikreasikan sesuai keinginan Doys ya


Keempat, ada tujuan LKPD. Nah tujuan di LKPD juga penting nih, agar siswa dapat mengetahui mereka mengerjakan LKPD ini tuh untuk apa dan nantinya mau dapat apa/meraih apa?


Kelima, ada kajian Pustaka. Ini bisa optional sih sebenernya Doys.. jadi bisa dicantumkan jika perlu


Keenam, ada alat dan bahan. Tentunya ini juga penting sekali ya. Kalau tidak ada alat dan bahan, lalu siswa mau melakukan pengamatan/percobaan pakai apa?


Ketujuh, ada Langkah kegiatan. Langkah kegiatan ini, SparklingDoy sarankan jangan terlalu detail ya memberikan prosedurnya. Biarkan siswa Doys mengeksplor sendiri, yang penting tetap berpatokan pada tujuan pada percobaannya. Jadi prosedurnya diberikan singkat-singkat saja jangan terlalu mendetail, okidoki Doys?


Kedelapan, ada tabel pengamatan (penyajian data). Beberapa penyajian data dapat berupa narasi, tabel, dan sebagainya. Jadi menyesuaikan percobaannya ya Doys..


Kesembilan, ada pengujian (pertanyaan). Nah disini agar kemampuan, pengetahuan siswa dapat terasah gitu. Jika telah melakukan percobaan, sebaiknya diberikan pertanyaan yang terkait dengan percobaan tersebut. Begitu ya Doys…


Kesepuluh, ada kesimpulan. Nah kesimpulan ini menjadi penutup dalam LKPD. Siswa dituntun dapat menyimpulkan dari proses pengamatan yang telah dilakukan.


Kira-kira begitu Doys, komponen dari LKPD.


Dan jangan lupa bagi Doys yang menjadi guru, siapkan rubrik penilaian dan kunci jawabannya ya… sssst, kunci jawaban untuk Doys sendiri yaa, bukan untuk siswa.


Oh iya, ada yang lebih penting lagi, bahwa LKPD itu harus disusun sesuai dengan RPP ya, jadi kalau RPP menerapkan model Problem Based Learning, maka LKPDnya juga menyesuaikan sintaks Problem Based Learning.


Jadi jangan tiba-tiba ada LKPD/LKS nya, tapi RPP Doys nggak punya????? Waduh gimana tuh pembelajarannya? Ngawur ga? Ngawur ga? Ngawur lah masa engga, xixixi..

 


Okidoki Doys segitu dulu ya blog hari ini, tetap semangat dan stay healthy^^


See u di blog berikutnya yaaaaaaa

 


-xoxo,SparklingDoy-

Sabtu, 24 April 2021

 Pentingnya Perangkat Pembelajaran Bagi Guru






Halo Doys…



Kembali lagi nih sama SparklingDoy. Ehe.. Bagaimana nih kabarnya?



Masih seputar guru ya Doys…



Jadi, sudah pada tau belum kalau menjadi guru itu memang harus benar-benar siap dengan pembelajaran. Baik segi pelaksanaan sampai ke evaluasi. Nah, jika Doys menjadi guru, sebelumnya Doys harus sudah menyiapkan perangkat-perangkatnya. Seperti apa aja sie yang dibutuhkan saat pembelajaran nanti. Istilahnya itu perangkat pembelajaran Doys. 



Pasti udah tau dong perangkat pembelajaran itu apa?



Yups, yang namanya perangkat pasti banyak ya Doys. Terdiri dari beberapa komponen pembelajaran.



Hayo, kira-kira isinya apa aja ya?



Perangkat pembelajaran itu terdiri dari silabus, RPP, LKPD, Handout, dan Tes Formatif (Penilaian).



Kelima komponen itu harus ada sebelum Doys akan melangsungkan proses pembelajaran lho…



Jika Doys tidak punya komponen-komponen itu, bagaimana Doys bisa menjalankan pembelajaran dengan sebagaimana mestinya? Tentu Doys akan kesusahan 'kan karena tidak ada pegangan untuk mengajar.



Jadi, RPP itu kan rencana pelaksanaan pembelajaean. Jika Doys tidak ada RPP, bagaimana pembelajaran Doys kira-kira? Terarah nggak?



Oleh karena itu, RPP itu sangat penting bagi Doys nih yang kepingin jadi guru. Sedangkan RPP itu dibentuk dari silabus. Silabus sendiri menyesuaikan kurikulum ya…



Kemudian, LKPD nih. Wah namanya keren ya…

LKPD ini atau LKS itu sama ya Doys. Lembar Kegiatan Peserta Didik atau Lembar Kegiatan Siswa.



Jadi ini wajib ada untuk mengukur kemampuan siswa. Mulai dari aspek kognitif, afektif, ataupun psikomotorik.



Kemudian ada Handout. Nah Handout sebagai bahan pegangan siswa ya. Jadi penting juga nih agar bacaan siswa terarah.



Lalu ada Tes Formatif. Tes ini sebenarnya opsional, tapi sangat dianjurkan untuk ada. Buat apa sie sebenarnya?



Jadi Tes Formatif ini digunakan untuk mengetahui sejauh mana sie pemahaman siswa setelah mengikuti pembelajaran hari itu. Ibaratnya seperti ulangan harian gitu..



Okidoki Doys, sekarang udah pada paham belum tentang perangkat pembelajaran?



Yeah, kurang lebih seperti itu..



Seeyou di blog selanjutnya ya Doys..



-xoxo, SparklingDoy-


Rabu, 21 April 2021

 

Percaya Nggak Sie Kalau MGMP Mampu Meningkatkan Kompetensi Guru?

 

Halo Doys…

Balik lagi nih dengan SparklingDoy.. gimana kabar kalian?

Syukur deh kalau baik-baik aja. Buat yang sedang nggak baik-baik aja, bisa yu baca artikel pendek ini.

Jadi kali ini SparklingDoy akan membahas tentang bagian dari TQM. Sebelumnya nie, udah pada kenal belum dengan TQM?

 

TQM adalah total quality management. Nah biasanya ini tuh yang ada di perusahaan-perusahaan gitu. Tapi nggak menutup kemungkinan, konsep ini ada di pendidikan. Nah salah satu bagian dari TQM yang akan dibahas disini adalah konsep continuous improvement.

 

Hayo, apalagi itu?

 

Kalau diartikan satu-satu, improvement artinya perbaikan, kalau continuous artinya terus-menerus. Jadi kalau digabung, perbaikan terus-menerus.

 

Kira-kira SparklingDoy mau mengaitkan apa sih?

 

Jadi, yang diperbaiki secara terus menurus adalah pendidikan. Dengan cara apa? Ya, jika kualitas, kompetensi, dan guru meningkat, tidak menutup kemungkinan kualitas dan mutu pendidikan ikut meningkat juga dong. Iya nggak?

 

Dari konsep continuous improvement, dapat diimplementasikan dengan melalui program MGMP untuk meningkatkan kompetensi guru.


Kira-kira bagaimana ya peran MGMP itu. Tapi sebelum itu, udah pada tau belum MGMP itu apa? Ya pasti udah familiar banget dong ditelinga kita, nmaun, terkadang hanya sekedar tau saja tanpa mengetauhi apa itu sebenarnya.

 

Jadi MGMP itu singkatan dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran.

 

Lalu kaitannya dengan ini semua apa?

Okidoki, akan SparklingDoy bahas satu-satu.

 

Jadi MGMP ini merupakan implementasi dari continuous improvement dimana kegiatan MGMP dilakukan perbaikan terus menerus guna mencapai tujuan peningkatan mutu Pendidikan.

 

Nah sedangkan di MGMP sendiri memiliki tujuan dalam pelaksanaannya. Seperti meningkatkan kompetensi pendagogik guru, sebenarnya tidak kompetensi pendagogik aja sie, ada kompetensi professional, kepribadian, dan sosial. Selain itu juga, dengan MGMP ini guru merasa terbantu agar tetap up to date dengan informasi Pendidikan. Ada yang nggak kalah penting nih Doys biar pembelajaran kelas kalian nggak itu-itu aja alias “boring”, yaitu MGMP ini dapat meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajarannya dengan cara menarik, inovatif, kreatif, dan aktif.

 


Kira-kira seperti itu Doys, gimana? Percaya nggak?

 


See you di blog selanjutnya ya…

 





-xoxo, SparklingDoy-

 

 

Kamis, 15 April 2021

PKB punya mekanisme nggak sih?

Halo Doys…


Ketemu lagi nih dengan SparklingDoy.. gimana nih kabarnya? Semoga baik-baik saja ya…

Nah kali ini akan dilanjutkan kembali pembahasan lebih lanjut tentang PKB. Hayo masih ingat apa sudah lupa nih tentang PKB?

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau yang biasa disingkat PKB ini tentunya memiliki proses dan tahapannya. Hmmm, bahasanya apa ya Doys? Mekanisme bukan?


Yup, benar.


Jadi PKB memiliki mekanisme yang sesuai dengan siklusnya. Nah, siklus PKB sendiri itu ada 4, yaitu perencanaan, implementasi, evaluasi, dan refleksi. Dari 4 siklus tersebut PKB mempunyai mekanisme yang terbagi dalam 9 tahapan. Tahapan-tahapan tersebut apa aja ya Doys? Simak ya!



1.      Tahapan Pertama, semua guru tiap awal tahun, wajib mengevaluasi diri atas kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran sebelumnya.


2.      Tahapan kedua, hasil dari evaluasi diri tersebut, guru melengkapi dengan bukti pendukung atau dokumentasi berupa perangkat pembelajaran. Nah, hasil ini akan menentukan kinerja guru untuk mengikuti kegiatan meningkatkan kinerja atau pengembangan potensi


3.      Tahapan ketiga, guru melakukan konsultasi dengan kepala sekolah sekaligus coordinator PKB untuk merancang kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.


4.      Tahapan keempat, coordinator bersama kepala sekolah dalam PKB tingkat sekolah, menetapkan dan menyetujui rencana final kegiatan PKB bagi guru.


5.      Tahapan kelima, guru memperoleh rencana program PKB yang dilakukan di dalam atau di luar sekolah.


6.      Tahapan keenam, guru melakukan program kegiatan PKB yang telah direncanakan. Nah pihak sekolah memberikan jaminan bahwa adanya guru melakukan PKB ini tidak menurukan kualitas pembelajaran.


7.      Tahapan ketujuh, dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh coordinator PKB. Nah kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui program PKB ini telah mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau belum.


8.      Tahapan kedelapan, setelah melakukan PKB, dilakukannya penilaian kinerja guru di akhir semester. Hal ini dilakukan untuk melihat peningkatan kompetesi pada guru setelah mengikuti program PKB.


9.      Tahapan kesembilan, pada akhir semester, baik guru maupun coordinator PKB melakukan refleksi. Refleksi ini dilakukan utnuk mengetahui apakah program PKB benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan kompetensi guru atau tidak.





Nah, seperti itu kira-kira mekanisme dalam PKB. Bagaimana? Tetap semangat mengejar cita-cita sebagai guru ya Doys, hihi.




-xoxo, SparklingDoy-